Memilih Sebuah Jenis Layanan Web Hosting
Ada banyak jenis layanan web hosting dan semuanya tergantung kebutuhan dan tujuan membuat website. Ada banyak pilihan yang bergantung pada faktor-faktor berikut:
Kompleksitas website. Anda mungkin membutuhkan sebuah website yang kompleks, khususnya dengan grafik dan administrasi database. Sebaiknya anda mengkonsultasikannya kepada spesialis internet mengenai jenis web hosting bagaimana yang anda butuhkan.
Beberapa layanan web hosting disediakan secara gratis tetapi anda juga diharuskan menempatkan iklan baik di bagian atas atau bawah website anda yang mungkin tidak ada hubungannya dengan isi web anda.
Hosting gratisan biasanya juga hanya memiliki bandwidth yang kecil sehingga agak lambat ketika dibuka pada web browser, ini dikarenakan banyaknya orang yang mengunakan layanan gratis ini dibanding yang berbayar.
Dengan hosting berbayar anda akan memiliki kontrol lebih pada web site anda. Anda juga dapat memiliki akses email dengan fasilitas POP, dan anda bisa membuat beberapa account email lain yang jumlahnya tergantung pada jenis account yang anda sewa.
Setiap perusahaan hosting biasanya memiliki paket khusus untuk setiap kebutuhan. Mulai dari server personal, bisnis hingga professional, bahkan server dengan perlengkapan khusus seperti sistem operasi (UNIX, Windows, Linux dan Apple) pilihannya bergantung pada apa yang anda butuhkan. Pilihan-pilihann ini tidak dapat anda temukan pada hosting gratisan.
Harga layanan hosting berbayar, bergantung juga pada seberapa besar ruang storage yang anda butuhkan di server untuk aplikasi anda, sehingga anda harus mempertimbangkan file-file apa saja yang akan anda simpan pada web hosting anda. Salah satu perusahaan tersohor di indonesia adalah MasterWeb, yang menyediakan banyak pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan.
Popularity: 19% [?]
Jika Si (Anak) Kecil Tidak Mau Tidur Siang

Si Kecil Tidur Siang
Hal ini mungkin saja terjadi pada anda, tidak hanya sekali, bahkan mungkin setiap hari. Di pagi hari, anda dan anak anda menjadi teman baik, anda bermain bersama dan berkolaborasi dengan baik. Setelah makan siang, sesuatu mulai terjadi – si kecil mulai bertingkah, mungkin rewel, ia mengatakan ingin makan setelah semua makanan habis dll. Ini bisa jadi awal mimpi buruk anda, bahkan ia tidak mau tidur siang.
Tidur siang bagi anak-anak menurut sebagian besar orang dewasa merupakan sesuatu yang harus dilakukan, meski si kecil selalu menolak. Inilah yang menyebabkan anda harus membiasakan tidur siang ini, tidak masalah si kecil selalu menolak. Nasehat pertama: jangan menyerah, atas penolaknnya hingga tidur siang menjadi rutinitas hariannya.
Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan duduk di ranjang disamping si kecil dan membacakannya sebuah cerita mungkin dongeng. Seluruh anggota tubuhnya akan bereaksi dan akan segera mengantuk. Jangan lupa meletakkan boneka Dora di sampingnya, katakan padanya bahwa Dora juga harus tidur.
Metode juga dapat dibalik, katakan padanya, dengan nada serius, bahwa ini penting bagi Dora untuk tidur dan siapa yang bisa menidurknnya hanya dirinya. Letakkan ia di ranjangnya dengan Dora dan tinggalkan kamarnya. Sangat besar kemungkinannya setelah beberapa menit anda akan mendapatinya sudah tertidur.
Sangat disarankan anda kembali beberapa saat untuk melihat apa ia sudah benar-benar tertidur. Jika ia malah bermain dan betul-betul lupa bahwa ia harus tidur maka temani dan jangan dimarahi, hibur ia dan bicara dengan nada rendah sehigga terdengar olehnya seperti nyanyian ninabobok.
Strategi lain dengan berjanji pada si kecil anda akan membawanya ke taman untuk bermain dengan anak-anak lain dan untuk itu ia harus istirahat dulu. Ini akan membuatnya gembira dan akan pergi tidur dengan mudah. Trik ini sebenarnya hanya keluar ke taman setelah bangun, akan tetapi anda harus menepati ini jika ia terbangun. Jika anda mengingkarinya maka anda akan kehilangan kepercayaan dan anda akan mendapat masalah dengan si kecil, bisa saja keesokan harinya ia tidak mau lagi tidur siang.
Akan tetapi jangan sampai janji-janji seperti ini menjadi tujuannya untuk tidur, si kecil harus memahami dan belajar bahwa istirahat siang bukan cara untuk mendapatkan keinginan-keinginannya dan bukan hukuman, si kecil harus paham bahwa ini adalah prilaku sehat yang dibutuhkan agar ia tetap sehat.
Jika memungkinkan buat ia tidur setiap hari pada jam yang sama karena cara ini tubuhnya akan bereaksi setelah beberapa minggu si kecil akan merasa mengantuk setiap habis makan siang. Ini akan dapat membebaskan anda dari masalah masa lalu.
Popularity: 17% [?]
Berapa Besar Investasi (Pendidikan) Untuk Jadi Sarjana?

Investasi Pendidikan Sarjana
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang”. Itu ungkapan yang sering kita dengar. Berapa besarkan investasi pendidikan sarjana, atau berapa yang yang harus diinvestasikan untuk menjadi sarjana?
Suatu hari saya masuk di kelas untuk mengajar mahasiswa saya, mahasiswa baru. Seperti biasa di pertemuan pertama hanya ada kontrak belajar dan beberapa cerita untuk mengantar para mahasiswa baru ini memasuki wilayah pendidikan orang dewasa. Di antara yang saya sampaikan adalah mengajak mereka untuk menghitung secara finansial berapa yang harus dikeluarkan hingga mendapat gelar sarjana khususnya di Jurusan Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar. Mengapa secara finansial? umumnya orang eksakta mudah memahami sesuatu jika di-angka-kan, padahal investasi pendidikan kurang tepat untuk dihitung-hitung. Apalagi dalam agama sendiri menekankan bahwa belajar itu adalah wajib hukumnya, jadi ilustrasi dibawah ini bukan mengajak mahasiswa untuk berpikir materialistis tetapi semata-mata untuk menunjukkan betapa besarnya investasi yang mereka harus tanamkan untuk menjadi seorang sarjana.
Mula-mula mahasiswa saya ajak untuk mengidentifikasi apa saja yang harus dibiayai selama kuliah. Diasumsikan bahwa kuliah rata-rata untuk Jurusan Teknik Informatika adalan 5 tahun (10 semester). Berikut item-item yang akan dibiayai tersebut:
| No. | Item Pembiayaan | Keterangan |
| 1. | Pendaftaran | Sekali |
| 2. | Pra akademik | Sekali |
| 3. | BPP | Setiap semester |
| 4. | Praktikum komputer | Setiap semester |
| 5. | Praktikum ibadah | Dua semester |
| 6. | Program PIKIH | Dua semester |
| 7. | Konsumsi | Setiap hari |
| 8. | Akomodasi | Setiap tahun |
| 9. | Transportasi | Setiap hari |
| 10. | Sandang (dari ujung rambut-ujung kaki) | Setiap tahun |
| 11. | Buku text dan ATK | Setiap semester |
| 12. | Fotocopy | Setiap semester |
| 13. | Komunikasi | Setiap bulan |
| 14. | Pembelian komputer | Sekali |
| 15. | Koneksi internet | Setiap bulan |
| 16. | Lain-Lain | Setiap bulan |
Mari kita analisa satu persatu dengan asumsi kuliah dijalani selama 5 tahun (10 semester)
Pendaftaran, biaya ini dikeluarkan sekali berkaitan biaya administrasi saat pertama kali mendaftar, mulai pengambilan sampai pengembalian formulir.
- Rp. 150.000,-
Pra-Akademik, biaya ini dikeluarkan sekali saat mendaftar ulang setelah dinyatakan lulus ujian seleksi
- Rp. 200.000,-
BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan), biaya ini akan dikeluarkan setiap semester yang besarannya adalah Rp. 800.000,- persemester sehingga menjadi
- Rp. 800.000,- x 10 semester = Rp.8.000.000,-
Praktikum Komputer, biaya ini juga dikeluarkan setiap semester dengan besaran
- Rp. 500.000,- x 10 semester = Rp. 5.000.000,-
Praktikum Ibadah, biaya ini hanya dikeluarkan selama dua semester pertama.
- Rp. 200.000, x 2 semester = Rp. 400.000,-
Program PIKIH (Pencerahan Imani dan Keterampilan Hidup), biaya ini juga dikeluarkan hanya untuk dua semester pertama.
- Rp. 175.000,- x 2 semester = Rp. 350.000,-
Konsumsi, sama halnya akomodasi meski kita makannya sama orang tua di rumah, dalam hitungan bisnis tetap aja juga harus dihitung.
- Rp. 15.000,- perhari x 365 hari x 5 tahun = Rp. 27.375.000,-
Akomodasi, biaya ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa kost selama lima tahun. Bagaimana dengan yang tinggal dengan orang tua? Kan gak perlu ngeluarin sewa kost!. Saat kuliah kita menganggap semua yang kita keluarkan dan fasilitas yang kita gunakan dianggap sebagai investasi layaknya ketika kita mau buka usaha retail. Meski ruko adalah milik sendiri, tetapi tetap aja harus diperhiungkan susut dari ruko itu atau ruko itu dihitung sebagai tempat yang disewa (untuk masalah yang kayak gini bagusnya tanya ama orang ekonomi, pasti tau betul itung-itungan bisnis). Baiklah, rata-rata sewa kost yang dinyatakan sendiri oleh mahasiswa saat ini adalah,
- Rp. 1.500.000,- x 5 tahun = 7.500.000,0
Transportasi, biaya ini merupakan ongkos angkot dari rumah/kost ke kampus. Bagaimana jika menggunakan motor? Kurang lebih sama hasilnya, kita lihat analisanya, rata-rata mahasiswa kuliah 6 hari dalam seminggu, ongkos PP rumah/kost-kampus rata-rata Rp.15.000,-. Dalam satu semester rata-rata mahasiswa kuliah 16 kali pertemuan.
- Rp. 15.000,- x 6 hari seminggu x 16 minggu x 10 semester = Rp. 14.400.000,-
Sandang, menurut pengakuan mahasiswa minimal mereka belanja untuk keperluan pakaian dari ujung rambut s.d. ujung kaki sekitar satu sampai dua kali setahun dengan anggaran sekitar Rp. 1.000.000,- pertahun.
- Rp. 1.000.000,- x 5 tahun = Rp. 5.000.000,-
Buku-buku, yang masuk dalam kategori ini adalah mulai dari buku text hingga buku dan alat tulis-menulis atau ATK (alat tulis kantor) lainnya.
- Rp. 750.000,- x 10 semester = Rp. 7.500.000,-
Fotocopy, biasanya fotocopy ini biasanya dari tugas-tugas atau bahan kuliah yang diberikan oleh dosen untuk digandakan hingga tugas akhir skripsi, untuk mudahnya kita ambil rata-ratanya atau mungkin minimal.
- Rp. 150.000,- x 12 bulan x 5 tahun = 9.000.000,-
Komunikasi, komunikasi disini adalah rata-rata biaya komunikasi perbulan (pulsa)
- Rp. 50.000,- x 12 bulan x 5 tahun = 3.000.000,-
Pembelian Komputer, sangat ganjil rasanya jika ada seorang montir tidak punya kunci inggris, atau tukang service elektronik yang tidak punya solder dan obeng. Begitu juga calon sarjana komputer yang gak punya komputer.
- Rp. 5.000.000,-

Investasi Pendidikan
Koneksi Internet, prilaku mahasiswa untuk mendapatkan koneksi internet berbeda-beda, ada yang memilih ke warnet, warkop (meski gratis hotspotnya tapi minimalkan harus beli kopi secangkir), atau membeli modem sendiri untuk koneksi via telepon rumah atau GSM/CDMA.
- Rp. 100.000,- x 12 bulan x 5 tahun = Rp. 6.000.000,-
Biaya Lain-Lain, ini merupakan biaya yang biasa dikeluarkan tanpa perencanaan, misalnya: ada film bagus tuh di studio, nonton yuk…., ke mall yuk cuci mata!, atau sekedar nongkrong di pantai losari, de el el.
- Rp. 50.000,- x 12 bulan x 5 tahun = Rp. 3.000.000,-
Berikut ringkasannya:
| No. | Item Pembiayaan | Jumlah |
| 1. | Pendaftaran | Rp 150.000 |
| 2. | Pra akademik | Rp 200.000 |
| 3. | BPP | Rp 8.000.000 |
| 4. | Praktikum komputer | Rp 5.000.000 |
| 5. | Praktikum ibadah | Rp 400.000 |
| 6. | Program PIKIH | Rp 350.000 |
| 7. | Konsumsi | Rp27.375.000 |
| 8. | Akomodasi | Rp 7.500.000 |
| 9. | Transportasi | Rp14.400.000 |
| 10. | Sandang (dari ujung rambut-ujung kaki) | Rp 5.000.000 |
| 11. | Buku text dan ATK | Rp 7.500.000 |
| 12. | Fotocopy | Rp 9.000.000 |
| 13. | Komunikasi | Rp 3.000.000 |
| 14. | Pembelian komputer | Rp 5.000.000 |
| 15. | Koneksi internet | Rp 6.000.000 |
| 16. | Lain-Lain | Rp 3.000.000 |
| Total | Rp 101.875.000 |
Nah loh loh, kok banyak baget ya?… weleh-weleh.. ternyata untuk jadi sarjana mahal juga ya…!?
Tapi sekali lagi angka-angka ini hanya merupakan perkiraan, disetiap daerah mungkin berbeda. Anda bisa menghitung sendiri sesuai keadaan anda saat menjalani investasi pendidikan ini.
Popularity: 24% [?]
