Jika Si (Anak) Kecil Tidak Mau Tidur Siang

January 4, 2010 by Faisal Akib · 2 Comments
Filed under: Family 
Si Kecil Tidur Siang

Si Kecil Tidur Siang

Hal ini mungkin saja terjadi pada anda, tidak hanya sekali, bahkan mungkin setiap hari. Di pagi hari, anda dan anak anda menjadi teman baik, anda bermain bersama dan berkolaborasi dengan baik. Setelah makan siang, sesuatu mulai terjadi – si kecil mulai bertingkah, mungkin rewel, ia mengatakan ingin makan setelah semua makanan habis dll. Ini bisa jadi awal mimpi buruk anda, bahkan ia tidak mau tidur siang.

Tidur siang bagi anak-anak menurut sebagian besar orang dewasa merupakan sesuatu yang harus dilakukan, meski si kecil selalu menolak. Inilah yang menyebabkan anda harus membiasakan tidur siang ini, tidak masalah si kecil selalu menolak. Nasehat pertama: jangan menyerah, atas penolaknnya hingga tidur siang menjadi rutinitas hariannya.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan duduk di ranjang disamping si kecil dan membacakannya sebuah cerita mungkin dongeng. Seluruh anggota tubuhnya akan bereaksi dan akan segera mengantuk. Jangan lupa meletakkan boneka Dora di sampingnya, katakan padanya bahwa Dora juga harus tidur.

Metode juga dapat dibalik, katakan padanya, dengan nada serius, bahwa ini penting bagi Dora untuk tidur dan siapa yang bisa menidurknnya hanya dirinya. Letakkan ia di ranjangnya dengan Dora dan tinggalkan kamarnya. Sangat besar kemungkinannya setelah beberapa menit anda akan mendapatinya sudah tertidur.

Sangat disarankan anda kembali beberapa saat untuk melihat apa ia sudah benar-benar tertidur. Jika ia malah bermain dan betul-betul lupa bahwa ia harus tidur maka temani dan jangan dimarahi, hibur ia dan bicara dengan nada rendah sehigga terdengar olehnya seperti nyanyian ninabobok.

Strategi lain dengan berjanji pada si kecil anda akan membawanya ke taman untuk bermain dengan anak-anak lain dan untuk itu ia harus istirahat dulu. Ini akan membuatnya gembira dan akan pergi tidur dengan mudah. Trik ini sebenarnya hanya keluar ke taman setelah bangun, akan tetapi anda harus menepati ini jika ia terbangun. Jika anda mengingkarinya maka anda akan kehilangan kepercayaan dan anda akan mendapat masalah dengan si kecil, bisa saja keesokan harinya ia tidak mau lagi tidur siang.

Akan tetapi jangan sampai janji-janji seperti ini menjadi tujuannya untuk tidur, si kecil harus memahami dan belajar bahwa istirahat siang bukan cara untuk mendapatkan keinginan-keinginannya dan bukan hukuman, si kecil harus paham bahwa ini adalah prilaku sehat yang dibutuhkan agar ia tetap sehat.

Jika memungkinkan buat ia tidur setiap hari pada jam yang sama karena cara ini tubuhnya akan bereaksi setelah beberapa minggu si kecil akan merasa mengantuk setiap habis makan siang. Ini akan dapat membebaskan anda dari masalah masa lalu.

Popularity: 15% [?]

Merayakan Ulang Tahun: Sebuah Perspektif

December 12, 2009 by Faisal Akib · 2 Comments
Filed under: Family 
Happy Birthday

Happy Birthday

Suatu kebahagiaan berada pada hari dimana kita dilahirkan, “Ulang Tahun” itu kata yang paling umum kita dengarkan. Suatu kebahagiaan karena umur bertambah dengan harapan kedewasaan menghadapi hidup juga ikut bertambah. Dari sudut pandang lain menyatakan ulang tahun bukannya umur bertambah tapi malah berkurang. Buktinya dari tahun lalu hingga saat ini umur kehidupan kita berkurang 1 tahun.

Terlepas dari dua perspektif yang berbeda diatas, tetap  saja memperingati ulang tahun selelu identik dengan bersenang-senang. Entah itu dengan membuat pesta ulang tahun, atau men-traktir teman-teman dekat saja, atau bahkan mungkin hanya sekedar menikmati kesenangan sendiri jika tak mampu membagi kesenangan dengan orang lain. Apa pun yang kita lakukan tetap saja dalam diri kita biasanya ada kebanggan dan kesenangan. Para kerabat, orang tua, teman, mungkin pacar pun acap kali memberi ucapan selamat.

Dari sudut pandang orang tua, (ini pandangan saya loh sebagai orang tua..) ulang tahun bagi anak adalah suatu kebahagiaan tersendiri jikalau bisa melihat anak-anak berulang tahun yang kesekian dan tetap sehat-sehat selalu, makin, cantik, makin pinter, makin…..

Ini berbagai sudut pandang tentang ulang tahun yang banyak beredar dimasyarakat kita. Tetapi ada satu cara pandang yang mungkin orang-orang belum pernah meliriknya. Khusus bagi yang belum menjadi orang tua mungkin belum pernah terbesit dipikirannya. Tetapi bagi yang sudah jadi orang tua mungkin sudah pernah juga memikirkannya.

Gini nih ceritanya. Ulang tahun itu kan memperingati hari kelahiran kita, hari itu merupakan hari bahagia bagi pasangan suami-istri yang dipercayakan sang khalik untuk menjadi orang tua. Apa lagi jika karunia itu sudah ditunggu selama bertahun-tahun. Kebayang gak kebahagiaan yang mereka rasakan saat itu? Kita yang dilahirkan tentu tidak tau apa-apa saat itu kan?

Jika ulang tahun anak itu merupakan kebahagiaan orang tua karena saat itu mendapatkan momongan, maka sebagai momongan yang saat ini sudah beranjak menjadi anak-anak/remaja/dewasa itu apa? Ulang tahun anak bagi orang tua adalah memperingati kebahagiaan yang pernah dan masih didapatkan hingga sekarang.

Pesta Ulang Tahun - Pesta Memperingati Penderitaan

Pesta Ulang Tahun - Pesta Memperingati Penderitaan

Tapi anak yang memperingati ulang tahunnya bukankah sama halnya memperingati hari dimana ibu berjuang hidup mati untuk ngelahirin kita? Mau tau gambaran perjuangan ini baca sakitnya melahirkan di blog tetangga. Mungkin ada baiknya semua hadiah ulang tahun yang kita terima seharusnya diberikan kepada sesosok ibu yang berhasil melahirkan kita. Bukan justru ibu yang memberikan hadiah kepada anaknya. Kebalik gak ya……

Popularity: 6% [?]

253 spam comments
blocked by
Akismet