Dimana Titik Koordinat Manusia?

Galaksi Bimasakti
Semua orang yang pernah mengecap pendidikan formal di bangku sekolah, minimal SMP pasti pernah mempelajari ilmu bumi atau geografi. Di sana kita akan melihat bahwa bumi beserta delapan planet lainnya bergerak secara teratur mengelilingi matahari tanpa pernah jam karet.
Awalnya manusia menyangka bahwa matahari adalah pusat tata surya dan dianggap sebagai benda angkasa terbesar. Tetapi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, belakangan diketahui bahwa matahari kita hanyalah sebuah bintang kecil dibanding dengan bintang-bintang lainnya. Contohnya bintang Antares yang besarnya 480x matahari.
Matahari kita yang mungil ini beserta berjuta-juta bintang raksasa lainnya bersatu membentuk Galaksi Bimasakti yang berbentuk seperti cakram yang lebar dari satu tepi ke tepi lainnya sejauh 100.000 tahun cahaya. Jika kita menghitungnya secara matematik ternyata sangat jauh (untuk ukuran kita). Seperti yang kita ketahui bahwa kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik. Satu tahun berarti 365 hari x 24 jam dalam sehari x 60 menit x 60 detik = 31.536.000 detik dalam setahunnya. Kemudian dikalikan dengan 100.000 tahun dikalikan 300.000 km kecepatan cahaya. Tentu kita sendiri akan bingung.

Galaksi Magellan
Dalam gugusan Galaksi Bimasakti lagi-lagi matahari memperlihatkan kekerdilannya, karena ternyata ia hanya terletak di emperan Bimasakti. Menurut ahli astronomi, selain Bimasakti, terdapat lagi beribu-ribu Galaksi lainnya, dan galaksi terdekat dengan Bimasakti adalah Galaksi Magellan. Jarak antara keduanya berkisar 150.000 tahun cahaya.
Sampai di sini kita akan berpikir, bumi kita ini kan jauh lebih kecil dibanding matahari, dan dalam gugusan Bimasakti, matahari justru menjadi super kerdil. Kemudian galaksi lain ada beribu-ribu jumlahnya. Lalu bagaimanakah luasnya ruang yang ditempati galaksi-galaksi itu? Kalau kita mengambar Bimasakti sebesar papan tulis di kelas, maka terlalu besar kalau kita menggambarkan matahari sebagai sebuah titik dengan kapur tulis. Lalu bagaimana kalau kita ibaratkan papan tulis itu sebagai ruang jagad raya yang menampung beribu-ribu galaksi? Maka tiap-tiap galaksi itu besarnya hanya seperti biji kelereng, lalu dimanakah Bimasakti? Dimana letak matahari kita? Dimana posisi bumi? Lalu dimana titik koordinat manusia pada sumbu x,y,z alam raya ini? Dan bagaimana kita bisa menggambar wujud manusia? Betapa super kerdil makhluk yang namanya manusia!
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, ternyata itu semua merupakan “pekerjaan tangang” Allah. Betapa besar Allah yang menciptakan segala sesuatu. Dan betapa mungil manusia yang masih selalu sombong, takabbur dan bangga dengan dirinya.
Ujungpandang, 11 Agustus 1994
Popularity: 14% [?]

ass,,
bgni Pak, ini artikel bgus. saya pgen masukkan ke blog saya. tapi yg saya ingin tau, bgmn mbuat halaman di dalam halaman, bukan halaman muka?
trimkasih,
wsalm,,,,,
waalaikum salam,
sy kurang ngerti maksudnya mas addji (bgmn mbuat halaman di dalam halaman, bukan halaman muka), mungkin maksudnya tulisan di-”Quote” barangkali ya?…
wassalam
Kalau kumpulan beberapa galaksi misalnya kita beri nama Induk Galaksi, kumpulan induk galaksi kita beri nama Biang Galaksi, dst….dst….dstnya lagi apa ya atau gimana ya? Saya yakin luas betul alam ini. Begitulah luar biasanya Allah.